Asal mula penelitian ini

1Asal mula penelitian ini 2Pakar limbah Jepang 3Masalah limbah

Mouse over or long press for description.

Jepang

Asal mula penelitian ini

Saat itu December 2023, dan saya telah tinggal di sebuah rumah sewaan di Indonesia selama sekitar enam bulan.

Secara kebetulan, saat menjelajahi YouTube, saya menemukan liputan terbaru dari sebuah stasiun TV Jepang tentang “masalah penurunan permukaan tanah dan tempat pembuangan sampah di Jakarta.”

Masalah sampah yang dihasilkan oleh kota-kota besar adalah sesuatu yang telah dialami Tokyo, dan dalam kasus reklamasi lahan di Teluk Tokyo, pulau-pulau buatan berikut ini diciptakan dengan menggunakan metode penguburan sampah sebagai konstruksi.

   

   

Menyadari masalah sampah

Saya bertanya-tanya, “Bukankah ada masalah serupa di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti yang terjadi di tempat pembuangan sampah Jakarta?”

Dalam kehidupan sehari-hari, saya biasa memilah sisa makanan, kantong plastik, dan kemasan plastik sebagai sampah dan menyerahkannya kepada perusahaan pengelola limbah industri yang datang seminggu sekali.

Namun, setelah menonton video YouTube yang disebutkan tadi, saya berubah pikiran.

“Masalah sampah sama saja di Jepang dan Indonesia. Bahkan, masalahnya lebih serius di Indonesia.”

Sebagai hasil dari pertimbangan ini, saya memutuskan untuk memisahkan sisa-sisa sayuran dan sampah makanan yang dibuang dalam kehidupan sehari-hari dan menguburnya di kebun untuk mengembalikannya ke alam sebagai kompos.

Hal ini akhirnya sangat berkontribusi pada pertumbuhan pohon Pisang-Pisang yang kami tanam di samping rumah, dan pohon itu mulai tumbuh rimbun dan berbunga.

バナナ草と呼ばれる観葉植物のバナナ。実はならない

Berdasarkan penemuan tak sengaja ini, saya memutuskan ingin melakukan penelitian tentang tanah organik.


  

  

1Asal mula penelitian ini 2Pakar limbah Jepang 3Masalah limbah

Mouse over or long press for description.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *